I can't get out from the thoughts of you
Now, I know that between us is over, it's the end....
I'm just disappointed in myself for still keeping you in my head
Since the rain is falling, I think I might fall as well...
Well this doesn't mean that I miss you... No !!! it doesn't mean that...
But the fact I still keep opening the raw memories of you, that is the thing why I just disappointed in my self!
I don't even make the effort to escape...
Now I just try and always try, to making the excuse that it's all memories...
So I can take a step forward...
Now I just keep telling to myself, that "I already erased all about you, and I emptied out all of you"...
But why when the rain falls again, all the memories of you that I hid with effort, it all come back....
damm!!! I hate it !!!
To you, now there is no path for me to return right?? and looking at your happy face, I will try to laugh and happy too... #still trying until now
What can I do about something that already ended???
I'm just regretting after like stupid fool I am...
Rain always falls, so it will repeat again, but when it stop, that's when I will stop as well
*still can feel the pain
Sabtu, 15 Desember 2012
Sabtu, 01 Desember 2012
Memories
All the memories of hate and the lies
Don't you know eventually we'll pay the price
All the hopes and the dreams will survive
Reunite we got to keep our faith alive
So there you have it my whole life with all it's memories
I'm try to figure out how to set all of my pain free
Sometimes I wish that I could turn the hands of time back
So I could rewrite the wrong and put my life back on the right track.....
If I fall two times I come back on my third
I'll never give up, And that's my word
if I fall five times I come back on my sixth,knocked me down, I still won't give up...
If I'm knocked 7 times I come back on my eight, and that's my word
All the memories of hate and the lies
Don't you know eventually we'll pay the price
All the hopes and the dreams will survive
Reunite we got to keep our faith alive ...
I'm in my room, feeling broken and frozen
Pray, why is it so difficult to bear responsibilty????
The "imountain" of my life is too high
No matter how I climb so high, Istill can't see the top
Is too exhausted... So I slow down, So I don't lose control
I'm gonna pray and sing a song for the better day
I want to fly, I want to be free
I search my memory for all I have lost
I want to play with my childlhood friends again
Lying on the ground and gazing into the endless sky
I will lose to much if I stop "risin"
I've found my comford, I can try to feel
I find it in my mother's and my fathers delicate face
I will bringing the future closer...
Rabu, 11 Juli 2012
It's happend again....
I don't know what's wrong with me ?, my friend said that I'm stupid ?? well mybe she's right, but doesn't she know what I felt on that time???
From the way she talked, she's mean it... I'm frezze on that time, I just silent, listening what she told me...
yeah you right my dearest friend... I'm not blame you...
I don't know what's wrong with me ?, my friend said that I'm stupid ?? well mybe she's right, but doesn't she know what I felt on that time???
From the way she talked, she's mean it... I'm frezze on that time, I just silent, listening what she told me...
yeah you right my dearest friend... I'm not blame you...
Jumat, 10 Februari 2012
PEMIKIRAN TOKOH AUGUSTE COMTE Filsafat Positivisme Oleh Dwi Anggraini
Auguste Comte, memiliki nama panjang Isidore Marie Auguste
François Xavier Comte, lahir di Montpelier, Prancis pada tanggal 19 Januari
1798. Orang tua Auguste Comte berasal dari kelas menengah dan akhirnya sang
ayah meraih posisi sebagai petugas resmi pengumpul pajak lokal. Meskipun ia
adalah seorang mahasiswa yang cerdas, namun Comte tidak pernah mendapatkan
ijazah sarjana. Ia dan seluruh mahasiswa seangkatannya dikeluarkan dari Ecole
Politehnique karena gagasan politik dan pembangkangan mereka. Pemberhentian ini
berdampak buruk pada karir akademis Comte. Pada tahun 1817 ia menjadi
sekretaris dan “anak angkat” Claude Henri Saint- Simon, seorang filusuf yang empat
puluh tahun lebih tua dari Comte (Manuel, 1962:251). Hal-hal yang sebenarnya
menarik perhatiannyapun dasarnya bukanlah yang berbau matematika tetapi
masalah-masalah social dan kemanusiaan. Dan, pada saat minatnya mulai
berkembang tawaran kerjasama dari Saint Simon yang ingin menjadikan Comte
sekretaris Simon sekaligus pembimbing karya awal Comte, Comte tidak menolaknya.
Pemikiran brilian Comte mulai terajut menjadi suatu aliran
pemikiran yang baru dalam karya-karya filsafat yang tumbuh lebih dulu. Comte
dengan kesadaran penuh menyadari bahwa akal budi manusia terbatas, mencoba
mengatasi dengan membentuk ilmu pengetahuan yang berasumsi dasar pada persepsi
dan penyelidikan ilmiah. Auguste Comte memperkenalkan pengetahuan filsafat ilmu
yang baru (epistimologi baru) yang menjembatani antara rasionalisme Descartes
dan emperisme Paris Bacon (Wibisono, 1983), ia juga mendirikan aliran filsafat
yang di sebut sebagi aliran Positivisme yang artinya menepatkan akal (rasio)
pada tempat yang sangat penting, beliau juga mendapat julukan Bapak
Positivisme. Auguste Comte disebut juga bapak sosiologi modern karena beliau
tak kenal henti dalam penelitiannya terhadap fenomena sosial, sehingga ilmu
sosial berkembang dengan pesat.
Dengan segala pemikirannya,
Auguste Comte merupakan salah satu filosofi yang mengembangkan filsafat ilmu
yang di rintis oleh Bacon. Beliau juga termasuk kelompok kajian yag disebut
”Lingkaran Wina”(Vienna Circle). Comte adalah tokoh aliran positivisme yang
paling terkenal. Kamu positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari
alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan
hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari
kaum empiris dan mereka sangat optimis dengan kemajuan dari revolusi Perancis.
Berikut
pemikiran Auguste Comte dalam kajian aspek epistemologi, ontologi dan aksiologi
:
1. Kajian aspek epistemologi pemikiran Comte.
Comte
melakukan penelitian-penelitian atas penjelasan-penjelasan yang perlu dirombak
karena tidak sesuai dengan kaidah keilmiahan Comte tetapi, layaknya filsuf
lainnya, Comte selalu melakukan kontemplasi juga guna mendapatkan
argumentasi-argumentasi yang menurutnya ilmiah. Dan, dari sini Comte mulai
mengeluarkan argumentasinya tentang ilmu pengetahuan positif pada saat
berdiskusi dengan kaum intelektual lainnya sekaligus melakukan uji
coba argumentasi atas mazhab yang sedang dikumandangkannya dengan gencar yaitu
Positivisme. Comte sendiri menciptakan kaidah ilmu pengetahuan baru ini
bersandarkan pada teori-teori yang dikembangkan oleh Condorcet, De
Bonald, Rousseau dan Plato, Comte memberikan penghargaan yang
tinggi terhadap ilmu pengetahuan yang lebih dulu timbul.
Pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya bukan hanya berguna, tetapi merupakan
suatu keharusan untuk diterima karena ilmu pengetahuan kekinian selalu bertumpu
pada ilmu pengetahuan sebelumnya dalam sistem klasifikasinya.
Asumsi-asumsi
ilmu pengetahuan positif itu sendiri, antara lain : Pertama, ilmu pengetahuan
harus bersifat obyektif (bebas nilai dan netral) seorang ilmuwan tidak boleh
dipengaruhi oleh emosionalitasnya dalam melakukan observasi terhadap obyek yang
sedang diteliti. Kedua, ilmu pengetahuan hanya berurusan dengan hal-hal yang
berulang kali. Ketiga, ilmu pengetahuan menyoroti tentang fenomena atau
kejadian alam dari mutualisme simbiosis dan antar relasinya dengan fenomena
yang lain.
2.
Kajian aspek ontologi pemikiran
Comte.
Tiga hal yang
menjadi ciri pengetahuan yang dibangun, yaitu: 1. Membenarkan dan
menerima gejala empiris sebagai kenyataan, 2. Mengumpulkan dan
mengklasifikasikan gejala itu menurut hukum yang menguasai mereka, dan 3.
Memprediksikan fenomena-fenomena yang akan datang berdasarkan hukum-hukum
itu dan mengambil tindakan yang dirasa bermanfaat.
Dalam
pengembangannya keyakinan Comte ini
dinamakannya positivisme. Positivisme sendiri adalah faham filsafat,
yang cenderung untuk membatasi pengetahuan benar manusia kepada hal-hal yang
dapat diperoleh dengan memakai metoda ilmu pengetahuan. Disini Comte berusaha
mengembangan kehidupan manusia dengan menciptakan sejarah baru, merubah
pemikiran-pemikiran yang sudah membudaya, tumbuh dan berkembang pada masa
sebelum Comte hadir. Comte mencoba dengan keahlian berpikirnya untuk
mendekonstruksi pemikiran yang sifatnya abstrak (teologis) maupun
pemikiran yang pada penjalasan-penjelasannya spekulatif (metafisika).
3.
Kajian aspek aksiologi pemikiran
Comte
Bentangan
aktualisasi dari pemikiran Comte, adalah dikeluarkannya pemikirannya
mengenai “hukum tiga tahap” atau dikenal juga dengan “hukum
tigastadia”. Hukum tiga tahap ini menceritakan perihal sejarah manusia dan
pemikirannya sebagai analisa dari observasi-observasi yang dilakukan oleh
Comte. Versi Comte tentang perkembangan manusia dan pemikirannya, berawal
pada tahapan teologis dimana studi kasusnya pada masyarakat
primitif yang masih hidupnya menjadi obyek bagi alam, belum memiliki
hasrat atau mental untuk menguasai (pengelola) alam atau dapat dikatakan belum
menjadi subyek. Fetitisme dan animisme merupakan keyakinan awal yang membentuk
pola pikir manusia lalu beranjak kepada politeisme, manusia menganggap ada
roh-roh dalam setiap benda pengatur kehidupan dan dewa-dewa yang mengatur
kehendak manusia dalam tiap aktivitasnya dikeseharian.
Comte percaya
bahwa humanitas keseluruhan dapat tercipta dengan kesatuan lingkungan social
yang terkecil, yaitu keluarga. Keluarga-keluarga merupakan satuan masyarakat
yang asasi bagi Comte. Keluarga yang mengenalkan pada lingkungan social, pentingnya
keakraban menyatukan dan mempererat anggota keluarga yang satu dengan keluarga
yang lain. Dalam diri manusia memiliki kecendrungan terhadap dua hal,
yaitu egoisme dan altruisma (sifat peribadi yang didasarkan pada
kepentingan bersama). Kecenderungan pertama terus melemah secara bertahap,
sedang yang kedua makin bertambah kuat. Sehingga manusia makin memiliki
sosialitas yang beradab, akibat bekerja bersama sesuai pembagian kerja
berdasarkan pengalaman adanya pertautan kekeluargaan yang mengembang. Tidak
dapat dikatakan tidak ini juga karena adanya sosialisasi keluarga terhadap
keluarga lainnya.
Comte
menganggap keluargalah yang menjadi sumber keteraturan sosial, dimana
nilai-nilai kultural pada keluarga (kepatuhan) yang disinkronisasikan dengan
pembagian kerja akan selalu mendapat tuntutan kerja sama. Tuntutan kerjasama
berarti saling menguntungkan, menumbuhkan persamaan dalam mencapai suatu
kebutuhan. Menurut Comte mencintai kemanusian, inilah yang menyebabkan lahirnya
keseimbangan dan keintegrasian baik dalam pribadi individu maupun dalam
masyarakat.
Bagi Comte untuk
menciptakan masyarakat yang adil, diperlukan metode positif yang kepastiannya
tidak dapat digugat. Metode positif ini mempunyai 4 ciri, yaitu :
1. Metode ini diarahkan
pada fakta-fakta
2. Metode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup
3. Metode ini berusaha ke arah kepastian
4. Metode ini berusaha ke arah kecermatan.
2. Metode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup
3. Metode ini berusaha ke arah kepastian
4. Metode ini berusaha ke arah kecermatan.
Metode positif juga
mempunyai sarana-sarana bantu yaitu pengamatan, perbandingan, eksperimen dan
metode historis. Tiga yang pertama itu biasa dilakukan dalam ilmu-ilmu alam,
tetapi metode historis khusus berlaku bagi masyarakat yaitu untuk mengungkapkan
hukum-hukum yang menguasai perkambangan gagasan-gagasan.
DAFTAR PUSTAKA
Bridge, J.H. (2009). A General View of Positivism Auguste Comte.
London “ Cambridge University
Gie, The Liang.
(2004). Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta:
Liberty
Suriasumantri, Jujun S, 1985, Filsafat
Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Penerbit
Sinar Harapan, Jakarta
Being Aide Teacher
It's not easy to be Aide Teacher........
tidak mudah untuk menjadi seorang guru pendamging khusus. Kesulitan yang saya hadapi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan guru bidang studi lainnya, namun entah mengapa posisi saya disekolah masih dipandang sebelah mata. Saya sebagai guru pendamping khusus dapat dikatakan menjadi warga kelas dua di sekolah... jika bisa dibilang begitu...
Terkadang lelah merasuki jiwa dan raga dan ingin berhenti meninggalkan pekerjaan ini. namun itu urung saya lakukan, karena jika begitu saya bukanlah seorang pribadi yang baik
Kulakukan semua tugas saya sebagai aide Tr., karena kecintaan saya terhadap Tuhan saya yang mengharuskan saya membantu sesama saya. Jika sudah begini saya percaya kekuatan dan cinta-Nya lah yang akan sampai pada saya. Tidak peduli kelas berapa saya ditingkatan manusia, tapi menjadi pribadi yang baik di Ruang Tuhan saya merupakan hal yang perlu saya nantikan... ^_^ tetap semangat membantu sesama...
Langganan:
Komentar (Atom)