Rabu, 30 November 2011
Karena aku layak tersenyum
Pagi ini masih menyisakan dinginnya hujan semalam, tetap belum bisa beranjak dari dinginnya malam, namun butiran embun sudah mulai hilang, maka akan ku coba juga buat tersenyum tanpa menyisakan gundah gulana dinginnya hujan semalam. akan terus belajar melepas apa yang pernah dirasa, karena tersadar mungkin bukan dia yang akan ada di sini menemai hari-hari yang panjang.....
Tuhan, aku berharap aku bisa melepaskan rasa gundah gulana ini, karena aku ingin bahagia walau tak bersamanya.
Biar dia bahagia, bantu aku untuk tetap bertahan dan menyimpan gundah gulana ini di sudut ruang hatik ku yang paling dalam.
Ia sudah memutuskan buka aku yang akan menajdi pendamping hidupnya, maka sekali lahi aku pun harus mencoba ikhlas, mungkin memang bukan aku harus dipilih, tapi aku yang harus memilih
aku juga ingin beranjak, dia sudah beranjak dengan statusnya, tapi aku masih diam terpekur masih tidak percaya.
tapi apa boleh dikata, mungkin inilah yang dimaksud dengan takdir... terus mencoba tersenyum, walau hujan badai menerpa hati---
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar